Judul Jurnal
Robotika (Robot beroda dan berkaki)
ABSTRAK
Perkembangan dunia
robotika terjadi sangat cepat pada era ini. Ketertarikan manusia terhadap
perkembangan robot semakin tinggi dan penelitian yang berkaitan dengan
perkembangan robot semakin bermunculan. Salah satu dari perkembangan tersebut
adalah penelitian robot berkaki atau biped walking robot. Robot berkaki
merupakan sistem yang diadaptasi dari mekanisme berjalan pada manusia.
Mekanisme berjalan pada manusia atau yang sering disebut dengan human gait terdiri
dari dua fase yaitu fase tegak atau fase stance dan fase mengayun atau
fase swing. Pada fase stance, kaki berkontak dengan tanah dan
menghasilkan gaya yang dibutuhkan untuk menopang berat tubuh. Sebaliknya, pada
fase swing kaki tidak berada di atas tanah dan berayun dengan posisi
sudut tertentu.
Pada penelitian ini akan
mensimulasikan fase swing leg pada robot berkaki. Fase swing leg pada
robot berkaki merupakan fase yang penting untuk meminimalisasi sistem kontrol
yang rumit. Simulasi swing leg pada penelitian ini menggunakan sistem
kontrol adaptif dan alat bantu software MATLAB/Simulink.
Penelitian ini telah
berhasil mensimulasikan plant swing leg dengan adaptive control menggunakan
MATLAB/Simulink dimana posisi sudut swing leg dapat mengikuti posisi
sudut yang diinginkan dengan nilai frekuensi rendah sebesar 0,05 Hz dan
frekuensi tinggi sebesar 1 Hz. Hasil simulasi variasi panjang dan massa swing
leg dapat disimpulkan bahwa adaptive control masih robust pada
variasi panjang dan massa sebesar 30% . Hal ini dibuktikan dengan hasil
simulasi tersebut yang masih konvergen, stabil dan masih bisa mengikuti posisi
sudut yang diinginkan.
PENDAHULUAN
Pada
saat ini teknologi robot semakin berkembang pesat. Perkembangan ini
dapat dilihat dari
teknologi mikrokontroler yang merupakan suatu terobosan teknologi
mikroprosessor
dan mikrokomputer. Mikrokontroler ini banyak digunakan pada
berbagai sistem
kontrol.
Ada
berbagai macam robot cerdas yang telah dirancang diantaranya robot yang
berfungsi pada
bidang militer, medis, dan perdagangan. Untuk membuat robot cerdas
kita harus
melakukan pertimbangan – pertimbangan yang sering menjadi kendala dalam
perancangan
sebuah robot, sebab terkadang jika mengutamakan salah satu faktor
misalnya faktor
kecepatan, maka faktor yang lainnya seperti kestabilan gerak bisa saja
tidak tercapai.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, maka harus dilakukan studi
yang sekaligus
merancang sebuah robot dengan mempertimbangkan dan memilih
bagian-bagian
pembangun robot yang tepat, dan spesifikasinya sesuai dengan
kebutuhan,
sehingga target yang ingin dicapai seperti kecerdasan, kestabilan,
kehandalan,
serta kecepatan robot dalam melakukan aksinya dapat tercapai.
Agar
dapat mencapai semua itu kita dapat mempelajari robot Boe-bot sebagai
bahan dasar
untuk mempelajari robot. Robot Boe-bot ini ada yang beroda dan berkaki.
Salah satu cara
kerja dari robot Boe-bot ini yaitu dapat mendeteksi adanya penghalang
dengan
menggunakan sensor Infrared (IR), sensor ini akan bekerja dengan
menyusuri
dinding dengan
mendeteksi jarak. Dimana sensor jarak digunakan untuk mengetahui
posisi robot
terhadap dinding dan sensor lantai yang akan mendeteksi garis putih.
Dengan
diketahuinya posisi ini maka robot dapat memberikan keputusan gerakan apa
yang akan dilakukan, yaitu
menghindari adanya penghalang (dinding).
Ringkasan Jurnal
Seiring perkembangan teknologi
yang semakin pesat, dimana peran manusia telah banyak digantikan dengan mesin
ataupun robot dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Robot-robot yang dibuat
memiliki berbagai bentuk seperti robot beroda dan berkaki yang dikendalikan
dengan suatu sistem kontrol. Pada robot berkaki umumnya menggunakan motor servo
sebagai penggeraknya. Sistem pengendalian motor servo yang jumlahnya banyak biasanya
menggunakan servo controller. Modul (rangkaian servo controller) ini yang akan
mengatur pengiriman alamat dan pemberian data/lebar pulsa pada masing-masing
motor servo. Permasalahan yang muncul saat ini adalah sulitnya mendapatkan
modul servo controller yang harus memesan dari luar negeri dan tentunya harus
dibayar dengan biaya yang tinggi dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk
mempelajari cara pemasangan dan pemrogramannya.
Mengatasi masalah tersebut kita
dapat membuat sendiri modul servo controller dengan menggunakan mikrokontroler
PIC 16F84. Mikrokontroler buatan Microchip ini memiliki fasilitas yang cukup
lengkap untuk mengendalikan banyak motor servo disamping pemrogramannya yang
mudah yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman basic. Dalam pembuatan modul
servo controller ini dibutuhkan dua buah mikrokontroler PIC 16F84 yang terdiri
dari mikrokontroler utama yang dapat mengontrol duabelas motor servo sekaligus
dan mikrokontroler bantu yang digunakan untuk mengirimkan alamat dan data/lebar
pulsa secara serial (RS232) ke mikrokontroler utama, juga sebagai masukan
perintah pengendalian gerakan robot dari mikrokontroler lain yang dilakukan
secara pararel (8 bit).
Tinjauan Pustaka
Kata robot berasal dari bahasa Czech,
robota yang berarti pekerja, mulai menjadi populer ketika seorang penulis
berbangsa Czech (Ceko), Karl Capek, membuat pertunjukan dari lakon
komedi yang ditulisnya pada tahun 1921 yang berjudul RUR (Rossum’s Universal
Robot) (Pitowarno, 2006: 1).
Robot dapat diartikan sebagai sebuah
mesin yang dapat bekerja secara terus menerus baik secara otomatis maupun
terkendali. Robot yang digunakan untuk membantu tugas-tugas manusia mengerjakan
hal yang sulit atau dilakukan manusia secara langsung. Misalnya menangani
material radio aktif, merakit mobil dalam industri perakitan mobil, menjelajah
planet mars, sebagai media pertahanan atau perang, dan sebagainya. Pada
dasarnya dilihat dari struktur dan fungsi fisiknya (pendekatan visual) robot
teridiri dari dua bagian, yaitu non-mobile robot dan mobile robot. Kombinasi
keduanya menghasilkan kelompok konvensional (mobile dan non-mobile)
contohnya mobile manipulator, walking robot, dll dan non konvensional (humanoid,
animaloid, extraordinary). Saat ini robot selain untuk membantu pekerjaan
manusia juga digunakan sebagai hiburan.
Pembahasan
Robot ini menggunakan
system motor sevo. Motor
servo adalah sebuah motor DC yang dilengkapi rangkaian kendali dengan sistem
closed feedback yang terintegrasi dalam motor tersebut. Pada motor servo posisi
putaran sumbu (axis) dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian
kontrol yang ada di dalam motor servo. Motor servo disusun dari sebuah motor
DC, gearbox, variabel resistor (VR) atau potensiometer dan rangkaian kontrol.
Potensiometer berfungsi untuk menentukan batas maksimum putaran sumbu (axis)
motor servo. Sedangkan sudut dari sumbu motor servo diatur berdasarkan lebar
pulsa yang pada pin kontrol motor servo. Motor servo adalah motor yang mampu
bekerja dua arah (CW dan CCW) dimana arah dan sudut pergerakan rotornya dapat
dikendalikan dengan memberikan variasi lebar pulsa (duty cycle) sinyal PWM pada
bagian pin kontrolnya. Jenis Motor Servo Motor Servo Standar 180° Motor servo
jenis ini hanya mampu bergerak dua arah (CW dan CCW) dengan defleksi
masing-masing sudut mencapai 90° sehingga total defleksi sudut dari kanan –
tengah – kiri adalah 180°. Motor Servo Continuous Motor servo jenis ini mampu
bergerak dua arah (CW dan CCW) tanpa batasan defleksi sudut putar (dapat berputar
secara kontinyu). Pulsa Kontrol Motor Servo Operasional motor servo
dikendalikan oleh sebuah pulsa selebar ± 20 ms, dimana lebar pulsa antara 0.5
ms dan 2 ms menyatakan akhir dari range sudut maksimum. Apabila motor servo
diberikan pulsa dengan besar 1.5 ms mencapai gerakan 90°, maka bila kita
berikan pulsa kurang dari 1.5 ms maka posisi mendekati 0° dan bila kita berikan
pulsa lebih dari 1.5 ms maka posisi mendekati 180°. Pulsa Kendali Motor Servo
pulsa motor servo, kendli motor servo, pulsa pwm motor servo, pulsa kontrol
motor servo,prinsip kerja motor servo,sistem kerja motor servo,bentuk pulsa
motor servo Motor Servo akan bekerja secara baik jika pada bagian pin
kontrolnya diberikan sinyal PWM dengan frekuensi 50 Hz. Dimana pada saat sinyal
dengan frekuensi 50 Hz tersebut dicapai pada kondisi Ton duty cycle 1.5 ms,
maka rotor dari motor akan berhenti tepat di tengah-tengah (sudut 0°/ netral).
Pada saat Ton duty cycle dari sinyal yang diberikan kurang dari 1.5 ms, maka
rotor akan berputar ke berlawanan arah jarum jam (Counter Clock wise, CCW)
dengan membentuk sudut yang besarnya linier terhadap besarnya Ton duty cycle,
dan akan bertahan diposisi tersebut. Dan sebaliknya, jika Ton duty cycle dari
sinyal yang diberikan lebih dari 1.5 ms, maka rotor akan berputar searah jarum
jam (Clock Wise, CW) dengan membentuk sudut yang linier pula terhadap besarnya
Ton duty cycle, dan bertahan diposisi tersebut.
Keseimpulan
Berdasarkan
dari jurnal diatas, kita tahu bahwa semua jenis robotic pasti mempunyai system
atau softwarenya masing-masing dan beragam jenis softwarenya. Software robotic
pada jurnal diatas menggunakan software/system motor servo. Motor servo ini
menggunakan putaran sumbu dari motor yang akan diinformasikan kembali ke dalam
rangkaian yang ada di dalam motor servo. Dengan menggunakan system ini maka
robot akan bekerja sesuai perintah yang diberikan/diinformasikan.
Daftar Pustaka
[1] paper motor
servo diunduh dari http://iswanto.staff.umy.ac.id pada hari Minggu, 29 Juli
2012 pukul 11.59
[2] Datasheet
Atmega 128
[3] Suyadhi, Taufiq.
2010. Buku Pintar Robotika. Yogyakarta : Penerbit Andi.
[4] http://www.gruprobot.com/jenis-jenis-baterai.html
diakses pada hari Senin 3 September 2012 pukul 2.55
[5] http://www.hiac.biz/2011040950/news-article/mengenal-baterai-lithium-polimer-lipo.html
di akses pada
hari Senin tangal 3
September 2012 pukul 2.52
[6] http://the-loba.blogspot.com/2010/06/sensor-devantech-srf04-ultrasonik-range.html
di akses pada hari
Sabtu tanggal 8
September 2012 pukul 23.22
[7]http://fikri4share.blogspot.com/2011/12/motor-servo.html
diakses pada hari Senin 30 Juli 2012 pukul 12.37
[8]Polosoro, Eko.
2009. Sistem Digital. Yogyakarta. Graha Ilmu
[9]Pitowarno, Endra.
Robotika: Desain, Kontrol dan Kecerdasan Buatan. 2006. Yogyakarta. Penerbit
Andi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTulisan ini mungkin bisa di rekomendasikan disini http://ejournal.gunadarma.ac.id/
BalasHapus